Gue masih mau menulis cerita-cerita absurd tentang cinta. Gak tau kenapa, karna gue let it flow aja ngikutin kemana jari ini akan menekan 26 huruf-huruf di papan berwarna hitam itu. Karna gue ngerasa gak nyaman sama hari ini dan dimana gue merasakan itu, gue lebih memilih untuk diam, bertemankan sunyi dan cerita-cerita.
*****
Selepas pulang kerja dengan mengarungi jalanan jakarta, aku memikirkan sesuatu yang aku lalui kemarin. Lebih tepatnya kemarin lusa. Saat itu aku tengah menemani teman hidupku itu dengan berbagai keperluannya. Teman hidup ? Hahaha, begitu lah aku menceritakannya. Mungkin lebih dari sekedar teman, dia bisa menjadi sahabat, kakak laki-laki ku, teman bercanda, teman curhatku, my home, my destiny. Anything, apapun itu aku menyebutnya. And i love him. Apa dia juga menganggapku seperti itu ? Seperti aku menganggap dia saat ini.
Back to story.
Kemarin kami melaju santai dengan kendaraan roda empat kami. Melintasi kemacetan jalan Lenteng Agung. Tepat di depan Universitas itu. Universitas impian aku. Bukan..bukan universitas negeri. Hanya salah satu universitas swasta yang ada di Indonesia dan sejak SMA aku menginginkan melanjutkan studi ku disana. Tapi rencana hanya rencana, karna jarak yang memisahkan *halaaah sehingga aku tidak kunjung mendapatkan restu kedua orang tua ku untuk melanjutkan jenjang ku disana. Nasib anak princess -_-
"Ini kan univ impian aku. Dulu aku pengen tau masuk ini"
"Kenapa dul mau masuk situ ?"
"Gak tau yah, pengen aja. Gak punya alesan sih"
"Dul, kalo lo jadi masuk UP ntar gak ketemu gue. Gak jadi nikah sama gue"
"Yailah yah, yang nama nya udah jodoh mau gimana pun cara nya pasti kita bakalan ketemu. Entah itu km kuliah di gundar dan aku di up, kalo emang udah jodoh bisa aja kita ketemu di kereta atau gimana cara Allah ketemuin kita"
"Kenapa dul mau masuk situ ?"
"Gak tau yah, pengen aja. Gak punya alesan sih"
"Dul, kalo lo jadi masuk UP ntar gak ketemu gue. Gak jadi nikah sama gue"
"Yailah yah, yang nama nya udah jodoh mau gimana pun cara nya pasti kita bakalan ketemu. Entah itu km kuliah di gundar dan aku di up, kalo emang udah jodoh bisa aja kita ketemu di kereta atau gimana cara Allah ketemuin kita"
Nah kata-kata refleks ini yang terngiang-ngiang dibenak aku. Bisa juga ngomong dewasa gini, biasa nya kayak bocah. Wuahahahaahaa.
"Yang namanya udah jodoh mau gimana pun cara nya pasti kita bakalan ketemu"
Iya juga sih, selalu ada rencana-Nya buat nyatuin kita.
Padahal dulu 'temen hidup' aku ini masih galau saat pertama-tama kita deket, mungkin galau mau balikan atau milih dengan yang baru. Tapi bukti nya 'temen hidup' aku lebih milih menjalani lembar baru dan itu berlanjut sampai sekarang.
Padahal dulu 'temen hidup' aku ini masih galau saat pertama-tama kita deket, mungkin galau mau balikan atau milih dengan yang baru. Tapi bukti nya 'temen hidup' aku lebih milih menjalani lembar baru dan itu berlanjut sampai sekarang.
Ada lagi.
Pernah kita berantem, sampai-sampai kita cuek-cuekan. Hhmm, mungkin dia yang cuek. Sampai berat badan aku turun, baju-baju longgar. *Hahahaa, aku terlalu perempuan. Tapi nyata nya 'teman hidup' aku itu kembali kepelukan aku *yang ini lebay :D
Banyak yang menyukai hubungan aku dengan 'teman hidup' ku. Banyak yang mendoakan kami berdua. Tetapi ada juga mereka-mereka yang mungkin tidak menyukai nya. Sindiran, fitnah, tidak di hargai, cemooh dan berbagai rasa tak enak itu. Telah aku telan dan rasakan.
Sakit ? Iya sakit. Marah ? Iya marah. Tapi apa yang bisa aku lakukan ? Saat itu aku menjadi wanita lemah, menjadi wanita yang mudah menangis untuk hal kecil yang menyentil hatiku. Beruntunglah aku mempunyai sahabat baik ku itu. Selalu memberikan ku nasihat positif.
Tapi biarlah mereka berfikir seperti itu. Mencemooh ku. Menyindirku. Disini aku hanya tersenyum manis. Menertawai hal-hal yang tidak ada faktanya. Hi girls, semoga kalian tidak pernah merasakan seperti ku. Sakit nya hatiku, kecewa nya aku karna tidak di hargai. Aku tidak akan pernah membalas. Disini aku sedang menertawaimu girls.
Dan masih ada cerita lagi, yang akhirnya kita melanjutkan kata-kata KITA.
Tulang rusuk tak akan pernah tertukar bukan ? Mau selama apapun menjalin hubungan di masa lalu, sesayang apapun kamu dengan dia, kalau di takdirkan bukan jodoh mu lantas mau bagaimana ? Ikhlas lah menerima lauhul mahfudz Allah insya Allah kamu akan melupakan hal-hal menyakitkan itu.
Banyak hal yang telah aku lalui tapi tidak semua menghasilkan tawa. Terkadang duka. Tapi saat ini aku belajar ikhlas, belajar menerima, belajar melupakan. Mungkin saat itu sakit dan kecewa yang aku rasakan. Aku percaya tuhan ku tidak tidur, mungkin jatah bahagia ku belum turun. Bersabarlah menanti hari itu ^^
Karena seberapa jauh kita menengok ke belakang. Seberapa jauh kita memandang ke depan. Seberapa lambat waktu yang berjalan. Seberapa cepat langkah kita. Kita akan tetap berada disini. Di posisi ini. Aku dan kamu yang menjadi K.I.T.A. Selanjutnya, biarlah tangan Allah yang berkehendak.
Jangan lupa bahagia ^^
Alhamdulillah ☺
Tidak ada komentar:
Posting Komentar