Kamis, 21 Juli 2016

Berakhir dengan A



Memandang senduku pada layar kaca.

Dengan tatapan kosong, muka datar tak tahu apa sebabnya.

Merindu seorang yang tlah lama tak ku jumpa.

Sibuk, ku fikir di dalam asa.

Atau bosan kah yang di rasa ?

Tapi rindu sudah sesak di dalam dada.

Hingga tak terasa butiran bening mengalir begitu saja.

Haruskah aku mengemis pada mu, wahai pemilik cinta ?

Aku lelah karna rindu ini selalu menyiksa.

Mata yang selalu ingin bertatap muka.

Dan mulut yang ingin mengucap sebuah kata.

Bukan notification di handphone yang selalu ingin aku buka.

Bukan pula nada dering yang selalu menyapa. 

Tapi kecambuk rindu yang sudah ingin bertemu pemilik raga.

Tidak ingin kah kau menyatukan rindu ini dalam nyata ?

Iya...

Tak mengapa jika kau tak bersedia.

Biarlah sebait do’a selalu ku panjatkan untukmu melalui udara.

Ku pinta agar Tuhan selalu menjaga.

Menjaga dirimu dimana pun kamu berada.




Riska.
Yang lagi bt gak tau mau apa.
^^

Selasa, 19 Juli 2016

Tanpa Judul



Aku belajar banyak hal dari hidup

Terutama tentang berjuang dan berkorban

Bertahan dalam keadaan tersulit

Dan tetap tersenyum dalam keadaan yang paling sakit

Kau dan aku adalah takdir yang rumit

Saat pasangan lain bertemu dalam keadaan banyak kesamaan

Kita bertemu dalam banyak perbedaan

Sekali lagi hidup mengajarkan ku untuk berjuang

Kamis, 14 Juli 2016

Romantis, menurut aku atau kamu ?

Waktu itu hari terakhir kita puasa ramadhan. Di hari terakhir itu sedari pagi aku sibuk di dapur, apalagi kalau bukan aktivitas memasak. Sudah 4 hari berturut-turut ini aku menghabiskan libur lebaranku di dapur. Hari pertama aku libur, sehabis sahur aku sudah sibuk meracik bahan untuk membuat kue nastar. Lalu hari kedua aku hampir berdiri full 5 jam membuat kue sagu keju. Hari ketiga, setengah hari ku habis kan untuk membuat kue bawang sebanyak 1 kg dengan muka celemotan penuh dengan bedak terigu. Dan di hari keempat, pagi buta aku sudah meracik bumbu rendang dan sambel goreng kentang yang memang sengaja aku buat sendiri.

Terasa letih jikalau di rasa. Tapi dengan ini aku senang. Aku mempunyai kepuasan sendiri, seperti sagu keju dan kue bawang yang aku buat sebanyak 1 kg sudah habis dalam waktu seminggu. Tapi bukan hal ini yang ingin aku ceritakan. 

Di hari terakhir berpuasa, saat itu aku sedang membuat bola-bola daging untuk campuran sambel goreng kentang ku. Bisa di bayangkan, muka ku setelah menggoreng 2 kg kentang. Lalu merebus bola-bola daging. Penuh dengan minyak, keringat, bau cabai, bawang, daging yang tak sedap, dan rambutku yang lepek. Hhhhhhh.

Dari dapur, terdengar suara remote mobil tanda mengunci pintu. Mungkin tetangga sebelah fikir ku. Tapi tak lama kemudian terdengan suara serak-serak khas yang selalu aku rindukan. Iya...selalu aku rindukan. Tapi aku masih menghiraukan dan tetap membuat bola-bola daging yang tak ujung usai.