Gue masih mau menulis cerita-cerita absurd tentang cinta. Gak tau kenapa, karna gue let it flow aja ngikutin kemana jari ini akan menekan 26 huruf-huruf di papan berwarna hitam itu. Karna gue ngerasa gak nyaman sama hari ini dan dimana gue merasakan itu, gue lebih memilih untuk diam, bertemankan sunyi dan cerita-cerita.
*****
Selepas pulang kerja dengan mengarungi jalanan jakarta, aku memikirkan sesuatu yang aku lalui kemarin. Lebih tepatnya kemarin lusa. Saat itu aku tengah menemani teman hidupku itu dengan berbagai keperluannya. Teman hidup ? Hahaha, begitu lah aku menceritakannya. Mungkin lebih dari sekedar teman, dia bisa menjadi sahabat, kakak laki-laki ku, teman bercanda, teman curhatku, my home, my destiny. Anything, apapun itu aku menyebutnya. And i love him. Apa dia juga menganggapku seperti itu ? Seperti aku menganggap dia saat ini.