Kamis, 23 Juni 2016

rencana -Nya



Lalu cerita itu berlanjut...

Iya, cerita itu berlanjut yang hanya ku kira cerita nya sampai disitu. Kemudian berlanjut sampai dengan detik ini aku menuliskan nya di blog berdebu ku.

-riska, dengerin deh lagu ini. Sapa dia lewat whatsapp
-oke ja 

Lalu aku download lagu itu, yang ternyata lagu impossible – james arthur. Ku dengar kan lagu tersebut, bait demi bait aku resapi. Lalu ku ulangi lagi, aku resapi lagi. Sakit rasa nya, aku bisa merasakan, mungkin masa lalu nya. Dan disaat itu aku berkata pada diriku untuk menghapus luka hati nya. Walaupun luka ku pun belum sembuh. Entah apa yang aku rasakan saat itu.


Sore hari setelah pulang kerja, aku menuju kampus ku tempat melanjutkan jenjang studi ku. Sambil menenteng kotak makanan yang berisikan roti untuk ku berikan kepada seseorang, yang entah sejak kapan mengambil perhatianku, melupakan sejenak rasa sakit itu. Ku langkahkan kaki ku menuju parkiran, ku liat orang yang ku cari sedang berada disana.

“eh lo disini ja, nih buat lo. Pasti pulang kerja lo belom makan” sapa ku sambil menyodorkan kotak makanan itu.
“makasih ya, lo udah makan ?” tanya dia
“belom. Hehehehe” jawab ku sambil menunjukan gigi kuning ku
“yaudah yuk, makan disana aja” kata dia sambil berdiri lalu berjalan perlahan meninggalkan ku

Lalu aku mengikuti nya dari belakang. Lalu berjalan sejajar dengan dia. Menuju kedai makanan yang aku sendiri lupa jikalau aku lapar, sedangkan aku hanya menyiapkan roti untuk dia. Entahlah apa yang ku rasa dan dia rasa.

Lalu cerita kami semakin berlanjut, semua nya berjalan tanpa rencana. Mengalir mengikuti deras nya arus air yang terkadang sakit tapi bahagia, terkadang suka rasa duka. Yang membuat awal nya biasa saja menjadi luar biasa. Cerita ini membuat kami saling belajar memahami. Belajar dari kesalahan yang pernah kami buat. Belajar untuk menjadi yang lebih baik lagi. Belajar menerima kekurangan masing-masing. Belajar untuk berjalan beriringan.

Desember 2014. Saat itu kami berdua sedang makan nasi goreng pinggir jalan di daerah Pekayon. Entah mengapa saat itu aku ingin sekali makan nasi goreng disana. Siang hari nya aku merengek ke dia untuk mengajak dia makan disana. Lalu kami bertemu di depan kampus kami, lalu pergi ke kedai nasi goreng pinggir jalan itu.

Saat itu sedang melahap nasi goreng ku.

“de.....aku kan dah bilang sama papah mamah kalau aku mau nikah” ucap dia sambil menyuapkan nasi goreng ke mulut nya.
“oh, nikah sama siapa kamu mas ?” tanya ku
“ya sama kamu lah de” balas dia

Disaat itu aku tersedak, iya tersedak seperti cerita sinetron atau FTV di televisi. Ternyata aku mengalaminya.

“hah ? sama aku ? terus tanggepan orang tua kamu apa mas ?”
“iya, mereka sih heran. Katanya mau nikah sama siapa a ? emang kamu punya pacar ? maaf ya de, aku belom bisa ngenalin kamu ke orang tua aku, soal nya kan aku baru putus gak enak kalo bawa cewe ke rumah”
“iya gpp, aku ngerti. Kamu sih playboy. Wahahahhhahahaa”

Disaat itu aku entah apa yang aku fikirkan dan entah apa yang harus aku perbuat. Yang aku pikirkan hanya bagaimana menghabiskan sepiring nasi goreng dengan porsi besar, karna jika dia tau makanan ku belum habis, dia bisa berubah menjadi singa. Hahahahaha..

***

“De, abis ini kerumah aku yah” ajak dia yang terlihat gerah dan gatal sehabis memangkas rambutnya
“hah ? sekarang ? ih baju aku gini ih, gak enak ah” tolak ku
“gak ah, pokok nya aku ajak kamu ke rumah, aku mau mandi dulu gerah sama gatel nih abis potong rambut”
“heemm, yaudah deh” balas ku pasrah

Sesampainya di rumah dia, aku pun disambut oleh adik-adik nya dan kedua orang tua nya. Saat itu juga aku langsung memanggil orang tua nya dengan panggilan mama dan papa. Aku berbincang-bincang sebentar dengan papa yang ramah dan kelihatannya penyabar. Tak lama kemudian papa izin keluar untuk sholat isya di masjid dekat rumah. Sementara itu aku hanya di temani mama. Kami pun saling mengobrol, melontarkan pertanyaan-pertanyaan, tertawa jika ada hal yang kami anggap menarik untuk di tertawakan dan juga mengomentari acara-acara di televisi. Terasa dekat dan hangat padahal aku baru pertama kali bertemu. 

Setelah beberapa lama aku berkunjung, barulah dia mengajak ku pulang. Karena hari sudah larut.

“De...” kata dia memecah keheningan di antara kita
“ya kenapa mas ?”
“tadi mas senyum-senyum sendiri liat kamu sama mamah”
“lha, stres ya kamu mas ? kenapa deh ?”
“iya, kamu sama mamah ngobrol nya seru banget, kayak dah deket bgt padahal baru pertama kali ketemu. Aku seneng bgt, pas mau sholat aku senyum-senyum sendiri aja. Baru sama kamu doang lho de mamah bisa ngobrol seseru itu” jelas dia pada ku
“masa ? mungkin sifat kita sama kali. Sama-sama cerewet & bawel *ampuun mamah mertua”


Begitulah sepenggal kisah ku. Cerita yang tak pernah aku rencanakan tapi dengan sendiri nya terencana oleh tangan-Nya. Fase-fase ini telah aku lewati, semua nya. Menghasilkan tawa, tangis, suka, duka, halangan, harapan, rintangan, keberuntungan, masa depan dan juga masa lalu.

***

"kamu tau gak jam tangan aku yang dari dia ? udah aku buang. mungkin ini saat nya aku serius sama kamu, riskaaa" lirih dia

"kamu tau gak ? semua foto-foto dan masa lalu aku udah aku apus semua dari pc aku sejak pertama kali kamu kerumah aku" jawab dia kesal

Tersenyum ku atas jawaban nya. Mungkin sudah saat nya aku mulai serius dengan nya. Sampai detik ini. Sampai aku menuliskan cerita absurd yang justru membuat ku berwarna.

Sudah saat nya aku berlabuh dan sebentar lagi aku akan melabuhkan hatiku, aku kira sudah cukup untuk mengarungi lautan air mata ini. Sudah saat nya ku tancapkan paku bumi untuk tempat ku berlabuh, di hati nya. Rumahku, kenyamananku, tempat dimana aku menjadi diriku sendiri. Dan aku akan menuliskan cerita yang berbeda lagi :)

Mungkin belum semua cerita ini tertulis mungkin space, keterbatasan waktu, kata-kata. Tapi ceritaku ini tak akan pernah aku lupakan, akan selalu aku ingat dalam memori terdalam ku.

Karena semua ini tanpa rencana, tanpa rencana ku dan rencana dia. Yang ada hanyalah rencana dari-Nya. Tugas ku hanya berbahagia dan bersyukur akan ini semua. 


Jangan lupa bahagia ^^



H-65
16.53






2 komentar:

  1. antara sedih dan bahagia, tuhan luar biasa dalam membuat sekenario kehidupan....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yoi first comment. So sorry fans i'm late respons. Hahaahahaa. Iya yah, gak ada yang tau skenario-Nya. Padahal ngerencanain plan A malah ngejalanin plan B ^^


      Thanks for reading my absurd story, dear <3

      Hapus