Lalu cerita itu berlanjut...
Iya, cerita itu berlanjut yang
hanya ku kira cerita nya sampai disitu. Kemudian berlanjut sampai dengan detik
ini aku menuliskan nya di blog berdebu ku.
-riska, dengerin deh lagu ini.
Sapa dia lewat whatsapp
-oke ja
Lalu aku download lagu itu, yang ternyata lagu impossible – james arthur. Ku
dengar kan lagu tersebut, bait demi bait aku resapi. Lalu ku ulangi lagi, aku
resapi lagi. Sakit rasa nya, aku bisa merasakan, mungkin masa lalu nya. Dan
disaat itu aku berkata pada diriku untuk menghapus luka hati nya. Walaupun luka
ku pun belum sembuh. Entah apa yang aku rasakan saat itu.
Sore hari setelah pulang kerja,
aku menuju kampus ku tempat melanjutkan jenjang studi ku. Sambil menenteng kotak
makanan yang berisikan roti untuk ku berikan kepada seseorang, yang entah sejak
kapan mengambil perhatianku, melupakan sejenak rasa sakit itu. Ku langkahkan
kaki ku menuju parkiran, ku liat orang yang ku cari sedang berada disana.
“eh lo disini ja, nih buat lo.
Pasti pulang kerja lo belom makan” sapa ku sambil menyodorkan kotak makanan
itu.
“makasih ya, lo udah makan ?”
tanya dia
“belom. Hehehehe” jawab ku sambil
menunjukan gigi kuning ku
“yaudah yuk, makan disana aja”
kata dia sambil berdiri lalu berjalan perlahan meninggalkan ku
Lalu aku mengikuti nya dari
belakang. Lalu berjalan sejajar dengan dia. Menuju kedai makanan yang aku
sendiri lupa jikalau aku lapar, sedangkan aku hanya menyiapkan roti untuk dia.
Entahlah apa yang ku rasa dan dia rasa.
Lalu cerita kami semakin
berlanjut, semua nya berjalan tanpa rencana. Mengalir mengikuti deras nya arus
air yang terkadang sakit tapi bahagia, terkadang suka rasa duka. Yang membuat
awal nya biasa saja menjadi luar biasa. Cerita ini membuat kami saling belajar
memahami. Belajar dari kesalahan yang pernah kami buat. Belajar untuk menjadi
yang lebih baik lagi. Belajar menerima kekurangan masing-masing. Belajar untuk
berjalan beriringan.
Desember 2014. Saat itu kami berdua sedang makan nasi goreng
pinggir jalan di daerah Pekayon. Entah mengapa saat itu aku ingin sekali makan
nasi goreng disana. Siang hari nya aku merengek ke dia untuk mengajak dia makan
disana. Lalu kami bertemu di depan kampus kami, lalu pergi ke kedai nasi goreng
pinggir jalan itu.
Saat itu sedang melahap nasi
goreng ku.
“de.....aku kan dah bilang sama
papah mamah kalau aku mau nikah” ucap dia sambil menyuapkan nasi goreng ke
mulut nya.
“oh, nikah sama siapa kamu mas ?”
tanya ku
“ya sama kamu lah de” balas dia
Disaat itu aku tersedak, iya
tersedak seperti cerita sinetron atau FTV di televisi. Ternyata aku
mengalaminya.
“hah ? sama aku ? terus tanggepan
orang tua kamu apa mas ?”
“iya, mereka sih heran. Katanya
mau nikah sama siapa a ? emang kamu punya pacar ? maaf ya de, aku belom bisa
ngenalin kamu ke orang tua aku, soal nya kan aku baru putus gak enak kalo bawa
cewe ke rumah”
“iya gpp, aku ngerti. Kamu sih
playboy. Wahahahhhahahaa”
Disaat itu aku entah apa yang aku
fikirkan dan entah apa yang harus aku perbuat. Yang aku pikirkan hanya
bagaimana menghabiskan sepiring nasi goreng dengan porsi besar, karna jika dia
tau makanan ku belum habis, dia bisa berubah menjadi singa. Hahahahaha..
***
“De, abis ini kerumah aku yah”
ajak dia yang terlihat gerah dan gatal sehabis memangkas rambutnya
“hah ? sekarang ? ih baju aku
gini ih, gak enak ah” tolak ku
“gak ah, pokok nya aku ajak kamu
ke rumah, aku mau mandi dulu gerah sama gatel nih abis potong rambut”
“heemm, yaudah deh” balas ku
pasrah
Sesampainya di rumah dia, aku pun
disambut oleh adik-adik nya dan kedua orang tua nya. Saat itu juga aku langsung
memanggil orang tua nya dengan panggilan mama dan papa. Aku berbincang-bincang
sebentar dengan papa yang ramah dan kelihatannya penyabar. Tak lama kemudian
papa izin keluar untuk sholat isya di masjid dekat rumah. Sementara itu aku
hanya di temani mama. Kami pun saling mengobrol, melontarkan
pertanyaan-pertanyaan, tertawa jika ada hal yang kami anggap menarik untuk di
tertawakan dan juga mengomentari acara-acara di televisi. Terasa dekat dan
hangat padahal aku baru pertama kali bertemu.
Setelah beberapa lama aku
berkunjung, barulah dia mengajak ku pulang. Karena hari sudah larut.
“De...” kata dia memecah
keheningan di antara kita
“ya kenapa mas ?”
“tadi mas senyum-senyum sendiri
liat kamu sama mamah”
“lha, stres ya kamu mas ? kenapa
deh ?”
“iya, kamu sama mamah ngobrol nya
seru banget, kayak dah deket bgt padahal baru pertama kali ketemu. Aku seneng
bgt, pas mau sholat aku senyum-senyum sendiri aja. Baru sama kamu doang lho de mamah bisa ngobrol seseru itu” jelas dia pada ku
“masa ? mungkin sifat kita sama
kali. Sama-sama cerewet & bawel *ampuun mamah mertua”
Begitulah sepenggal kisah ku. Cerita
yang tak pernah aku rencanakan tapi dengan sendiri nya terencana oleh
tangan-Nya. Fase-fase ini telah aku lewati, semua nya. Menghasilkan tawa,
tangis, suka, duka, halangan, harapan, rintangan, keberuntungan, masa depan dan
juga masa lalu.
***
"kamu tau gak jam tangan aku yang dari dia ? udah aku buang. mungkin ini saat nya aku serius sama kamu, riskaaa" lirih dia
"kamu
tau gak ? semua foto-foto dan masa lalu aku udah aku apus semua dari pc
aku sejak pertama kali kamu kerumah aku" jawab dia kesal
Sudah saat nya aku berlabuh dan sebentar lagi aku akan melabuhkan hatiku,
aku kira sudah cukup untuk mengarungi lautan air mata ini. Sudah saat nya ku
tancapkan paku bumi untuk tempat ku berlabuh, di hati nya. Rumahku,
kenyamananku, tempat dimana aku menjadi diriku sendiri. Dan aku akan menuliskan cerita yang berbeda lagi :)
Mungkin belum semua cerita ini
tertulis mungkin space, keterbatasan waktu, kata-kata. Tapi ceritaku ini tak
akan pernah aku lupakan, akan selalu aku ingat dalam memori terdalam ku.
Karena semua ini tanpa rencana,
tanpa rencana ku dan rencana dia. Yang ada hanyalah rencana dari-Nya. Tugas ku
hanya berbahagia dan bersyukur akan ini semua.
Jangan lupa bahagia ^^
H-65
16.53
antara sedih dan bahagia, tuhan luar biasa dalam membuat sekenario kehidupan....
BalasHapusYoi first comment. So sorry fans i'm late respons. Hahaahahaa. Iya yah, gak ada yang tau skenario-Nya. Padahal ngerencanain plan A malah ngejalanin plan B ^^
HapusThanks for reading my absurd story, dear <3