Senin, 21 September 2015

Selamat Ulang Tahun, sahabat....


Hari ini…
Tepat 23 tahun usia kamu dan berkurang usia mu di dunia.

Hampir ¼ abad kamu telah melalui fase duniawi ini. Tapi ingatlah selalu sahabat ku hidup kekal sesungguhnya di akhirat nanti.

Kamu sudah berjalan sangat jauh, alangkah baiknya jika kamu tatap hal yang indah itu. Jangan lagi tatap yang dibelakang karna akan menyakitkan leher mu nanti nya.

Kamu sudah pernah merasakan bahagia, mari kita jemput lagi kebahagiaan itu. Bagaimana rasanya ? Melon ? Strawberry ? Lemon ? Coklat ?

Simpan air mata mu untuk kamu tangisi kebahagiaan mu. Jangan kamu keluarkan untuk hal yang tidak penting bagi mu.

Rabu, 09 September 2015

Teman baru itu aku beri nama 'SAHABAT'


Teman baru yang telah ku anggap sahabat...

Sesuai dengan sub judul di atas. Teman baru yang telah ku anggap sahabat. Mereka ku kenal saat zaman kuliah diploma di bidang manajemen informatika. Wajah mereka sangat familiar di angkatan ku. Aku sudah mengenal mereka tetapi belum sejauh ini. Dulu, aku mengenal mereka dari teman ke teman ku.

Setelah aku lulus diploma tiga, aku memutuskan untuk melanjutkan studi ke jenjang sarjana. Mungkin memang sudah di gariskan seperti ini, sudah di gariskan bahwa Allah telah memberikan aku rezeki seorang teman. Disaat pendaftaran lanjut ke jenjang sarjana telah ditutup, tetapi aku masih meringis ke salah satu staff di kampus ku untuk menerima berkas pendaftaran ku. Dan ternyata dengan seizin Allah, aku pun masih bisa lanjut ke jenjang sarjana.

Aku masih ingat saat pertama perkuliahan di mulai, waktu itu hari senin tanggal 22 September 2014. Aku terlambat masuk kelas karna jarak antara kantor dan kampus terlalu jauh. Aku langsung masuk dan duduk paling depan di antara rita, maya dan ririn. Sedangkan diky ada di belakangku.

Jumat, 12 Juni 2015

Waktu, Terimakasih.....

Terimakasih, waktu…


Aku pernah terpuruk. Terpuruk amat dalam karena cinta, cinta yang telah ku Bangun begitu lama, cinta yang telah ku Bangun perlahan, aku yang merenovasi nya, tapi aku pula yang merobohkannya. Bodoh.. iya bodoh…

Kepingan-kepingan robohan itu berserakan, berantakan. Pernah ku coba merapikan, aku plester tapi… bongkahan itu kembali berserakan. Lalu ku coba lagi, ku coba perlahan tapi masih sama… masih sama dengan bongkahan yang lalu. Berserakan, berantakan.

Sedih, tangis, murung hanya itu yang menemani hari-hari ku. Hanya itu kekuatan ku untuk merapikan kembali bongkahan berserakan dan berantakan itu. Aku sendiri, aku sendirian merapikan bongkahan itu. Tak ada dia, kamu, engkau. Sepi, sendiri…

Sampai suatu waktu…

Aku berhasil merapikan bongkahan itu. Bongkahan yang kelam, yang berserakan, yang berantakan. Perlahan aku merapikannya, aku plester kuat-kuat agar tak roboh lagi. Kini, aku telah berdiri lagi. Berdiri lebih kokoh dari sebelumnya. Aku bisa tersenyum lagi. Senyumanku manis, lebih manis dari biasanya.

Terimakasih waktu, karna engkau telah membantuku. Walau dulu terasa amat sulit, terasa amat sakit, tapi aku percaya waktu. Waktu akan mengubah rasa itu menjadi rasa yang lain. Aku pun tak tau rasa itu rasa apa, sulit di definisikan oleh ku. Mungkin rasa nya manis, iya manis tak pahit seperti dulu.

Terimakasih waktu, karna engkau telah membuatku seperti ini. Kuat, tegar di hantam ombak jahat. Kuat, tegar melawan semua.

Karna waktu yang akan mengajari arti hidup ini. Waktu yang akan menjawab semua. Waktu yang akan membantu mu merapikan kepingan-kepingan hati yang berserakan.

Waktu, terimakasih ya….

Rabu, 22 April 2015

Larang Ini... Larang Itu...

“yang, ini aku mau pergi kesini ya sama mereka”
“engga yang ! kamu ngapain sih keluyuran mulu”
“kamu lebay banget deh, aku cumin mau main bentar doang kok yang”
“engga yang, pokoknya engga boleh ya gak boleh yang ! aku gak mau kamu kenapa-kenapa dijalan”

lalu terdengan bunyi “tuuuuttt tuuuttt tuuutttt”

Sering banget kan denger temen cerita dengan kejadian di atas ? sering banget pasti. Dan pasti tanggepan temen –temen kamu kurang lebih gini :

“baru jadi pacar aja kok larang-larang”

Tunggu dulu…
Kalo menurut aku pribadi yang punya pikiran labil gini, yang berusaha ngeliat sesuatu dari sisi positif di banding negative nya..