“yang, ini aku mau pergi kesini ya
sama mereka”
“engga yang ! kamu ngapain sih
keluyuran mulu”
“kamu lebay banget deh, aku cumin
mau main bentar doang kok yang”
“engga yang, pokoknya engga boleh ya
gak boleh yang ! aku gak mau kamu kenapa-kenapa dijalan”
lalu terdengan bunyi “tuuuuttt
tuuuttt tuuutttt”
Sering banget kan denger temen
cerita dengan kejadian di atas ? sering banget pasti. Dan pasti tanggepan temen
–temen kamu kurang lebih gini :
“baru jadi pacar aja kok larang-larang”
Tunggu dulu…
Kalo menurut aku pribadi yang punya
pikiran labil gini, yang berusaha ngeliat sesuatu dari sisi positif di banding
negative nya..
Kalian berdua katakan menjalin
hubungan, hubungan dekat, hubungan serius. Kalian berkomitmen, untuk saling
menjaga, untuk saling mengasihi satu sama lain bukan ??? karna rasa saling
menjaga itu lah sehingga sebagian dari kalian dilarang pergi kesana kemari oleh
pasangan kalian (tentunya gak semua pasangan berlaku seperti diatas ya).
Coba deh kalo kalian pikir dari
sudut plus, kalian (perempuan) di larang pergi ke suatu tempat oleh pasangan
kalian pasti karna ada suatu hal. Gak mungkin pasangan kalian akan larang
kalian kalo gak ada sebab nya atau perasaaan cemburu misalnya. Kalian
(perempuan) izin pergi clubbing misalnya, wajar dong pasangan kalian ngelarang,
takut kamu nya kenapa-kenapa. kalian (perempuan) izin pergi ngelayap
malem-malem entah kemana sama temen kalian, wajar dong pasangan kalian
ngelarang, mungkin takut kamu di begal atau takut kamu pulang kemaleman lalu
esok hari nya kalian (perempuan) kesiangan bangunnya.
Atau, ada larangan kalian
(perempuan) pergi dimana tempat yang kalian singgahi ada serpihan masa lalu
kalian. Walaupun keadaannya kalian sudah “move
on” , hargai pasangan kalian. Mereka pun punya perasaan.
Bersyukurlah kalian (perempuan)
masih diberikan larangan oleh pasangan kalian. Itu artinya mereka peduli dengan
kalian. Ambil sisi positifnya dari mereka (laki-laki) dan hargai mereka
(laki-laki) walaupun ada sesorang yang bilang pada ku (buat apa dihargain ?
memangnya perasaan itu dagangan ?)
Ini juga mungkin bisa sebagai ajang
belajar buat para perempuan yang pengen jadi istri yang sholehah nantinya. Iya,
walaupun mereka baru “pacar” belum sah jadi seorang suami, seenggaknya mereka mau
dihargai. Tapi jika kalian memang sudah punya janji, atau kadung janji boso jowo ne ya coba bilang jujur apa ada nya kalau
kalian udah ada janji sebelum nya.
Tapi balik lagi, ini cuman pemikiran
aku aja sebagai perempuan labil yang usia nya baru 22 tahun. Kalaupun kalian
lebih memilih buat mikir “baru pacar aja
udah larang-larang” yaaa itu adalah
pemikiran kalian, aku gak maksa buat samain persepsi kalian dengan aku.
Buat mereka (laki-laki) merasakan
penting ada nya dia untuk mu. Semua tidak akan menjadi akibat tanpa sebab.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar