Rabu, 22 April 2015

Larang Ini... Larang Itu...

“yang, ini aku mau pergi kesini ya sama mereka”
“engga yang ! kamu ngapain sih keluyuran mulu”
“kamu lebay banget deh, aku cumin mau main bentar doang kok yang”
“engga yang, pokoknya engga boleh ya gak boleh yang ! aku gak mau kamu kenapa-kenapa dijalan”

lalu terdengan bunyi “tuuuuttt tuuuttt tuuutttt”

Sering banget kan denger temen cerita dengan kejadian di atas ? sering banget pasti. Dan pasti tanggepan temen –temen kamu kurang lebih gini :

“baru jadi pacar aja kok larang-larang”

Tunggu dulu…
Kalo menurut aku pribadi yang punya pikiran labil gini, yang berusaha ngeliat sesuatu dari sisi positif di banding negative nya..


Kalian berdua katakan menjalin hubungan, hubungan dekat, hubungan serius. Kalian berkomitmen, untuk saling menjaga, untuk saling mengasihi satu sama lain bukan ??? karna rasa saling menjaga itu lah sehingga sebagian dari kalian dilarang pergi kesana kemari oleh pasangan kalian (tentunya gak semua pasangan berlaku seperti diatas ya).

Coba deh kalo kalian pikir dari sudut plus, kalian (perempuan) di larang pergi ke suatu tempat oleh pasangan kalian pasti karna ada suatu hal. Gak mungkin pasangan kalian akan larang kalian kalo gak ada sebab nya atau perasaaan cemburu misalnya. Kalian (perempuan) izin pergi clubbing misalnya, wajar dong pasangan kalian ngelarang, takut kamu nya kenapa-kenapa. kalian (perempuan) izin pergi ngelayap malem-malem entah kemana sama temen kalian, wajar dong pasangan kalian ngelarang, mungkin takut kamu di begal atau takut kamu pulang kemaleman lalu esok hari nya kalian (perempuan) kesiangan bangunnya.

Atau, ada larangan kalian (perempuan) pergi dimana tempat yang kalian singgahi ada serpihan masa lalu kalian. Walaupun keadaannya kalian sudah “move on” , hargai pasangan kalian. Mereka pun punya perasaan.

Bersyukurlah kalian (perempuan) masih diberikan larangan oleh pasangan kalian. Itu artinya mereka peduli dengan kalian. Ambil sisi positifnya dari mereka (laki-laki) dan hargai mereka (laki-laki) walaupun ada sesorang yang bilang pada ku (buat apa dihargain ? memangnya perasaan itu dagangan ?)

Ini juga mungkin bisa sebagai ajang belajar buat para perempuan yang pengen jadi istri yang sholehah nantinya. Iya, walaupun mereka baru “pacar” belum sah jadi seorang suami, seenggaknya mereka mau dihargai. Tapi jika kalian memang sudah punya janji, atau kadung janji boso jowo ne ya coba bilang jujur apa ada nya kalau kalian udah ada janji sebelum nya.

Tapi balik lagi, ini cuman pemikiran aku aja sebagai perempuan labil yang usia nya baru 22 tahun. Kalaupun kalian lebih memilih buat mikir “baru pacar aja udah larang-larang”  yaaa itu adalah pemikiran kalian, aku gak maksa buat samain persepsi kalian dengan aku.




Buat mereka (laki-laki) merasakan penting ada nya dia untuk mu. Semua tidak akan menjadi akibat tanpa sebab. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar