Rabu, 09 September 2015

Teman baru itu aku beri nama 'SAHABAT'


Teman baru yang telah ku anggap sahabat...

Sesuai dengan sub judul di atas. Teman baru yang telah ku anggap sahabat. Mereka ku kenal saat zaman kuliah diploma di bidang manajemen informatika. Wajah mereka sangat familiar di angkatan ku. Aku sudah mengenal mereka tetapi belum sejauh ini. Dulu, aku mengenal mereka dari teman ke teman ku.

Setelah aku lulus diploma tiga, aku memutuskan untuk melanjutkan studi ke jenjang sarjana. Mungkin memang sudah di gariskan seperti ini, sudah di gariskan bahwa Allah telah memberikan aku rezeki seorang teman. Disaat pendaftaran lanjut ke jenjang sarjana telah ditutup, tetapi aku masih meringis ke salah satu staff di kampus ku untuk menerima berkas pendaftaran ku. Dan ternyata dengan seizin Allah, aku pun masih bisa lanjut ke jenjang sarjana.

Aku masih ingat saat pertama perkuliahan di mulai, waktu itu hari senin tanggal 22 September 2014. Aku terlambat masuk kelas karna jarak antara kantor dan kampus terlalu jauh. Aku langsung masuk dan duduk paling depan di antara rita, maya dan ririn. Sedangkan diky ada di belakangku.


Awal-awal kita saling pemalu. berbicara seperlu nya, berbicara semau nya. Tapi sekarang kita gak tau malu. Hahahahaa, terlalu sering kita di lihat dengan pandangan aneh karna kehebohan kita. Lalu kita mulai untuk membuat grup di whatsapp untuk sekedar mencurahkan hati, untuk meminta pendapat, menanyakan kabar, janjian untuk tertawa bersama dan untuk menenangkan hati.

Aku kira ini hanya sementara, tapi ternyata pikiran ku salah.

Kita semakin dekat, tidak canggung dan malu-malu lagi untuk bercerita yang lebih mendalam. Aku senang, sekarang kita tidak ada batasan. Apapun yang terjadi, kalian bercerita. Aku senang menjadi pendengar cerita kalian. Aku ikhlas.

Sampai di hari kemarin, saat umur ku di dunia ini berkurang. Kalian berdoa dan mendoakan ku. Terima kasih untuk hal itu. Aku gak bisa bales apa-apa ke kalian. Aku hanya bisa membalas dengan mem-bluetooth kebahagiaan ku ke kalian. Semoga kalian menerima dan merasakannya.

Kalian memberi aku kejutan, sibuk mencarikan aku kado. Berteriak ‘selamat ulang tahun bunda’ ya, aku dipanggil bunda oleh mereka. Mungkin karna sifat keibuanku. Hey, kalian harus tau. Tanpa kalian melakukan itu pun aku akan tetap bahagia dan selalu bersyukur. Karna apa ? karna Allah telah memberikan aku rezeki yang begitu besar. Mungkin rezeki itu bukan materi. Tapi rezeki itu kalian dan kamu (maaf curcol dikit) haahahaa. Pertemuan ini semua sudah diatur oleh-Nya. Banyak pembelajaran yang aku ambil dari hasil pendengaran ku terhadap cerita kalian.

Terima kasih untuk kejutan manis itu. Terima kasih untuk kado indah itu (semoga aku selalu istiqomah). Aamiin.

Mungkin hasil kata-kata yang aku tekan melalui keyboard ini tidak cukup mewakilkan rasa rindu ini pada kalian. Semoga kalian merasakan melalui hati kalian. Walaupun sekarang kita sudah jarang bertemu karena perkuliahan telah usai dan masing-masing dari kita sibuk dengan urusan duniawi. Tapi aku mohon jangan jadikan hal itu sebagai alasan untuk tidak menemuiku.

Tetaplah mengudara kawan ku. Cita-cita kita ada dilangit dan kita masih didarat. Ayoo semangat untuk menggapai itu.

Terima kasih untuk pertemuan yang singkat ini. Tetapi untuk pertemanan kita, tidak ada kata sesingkat ini.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar