Teman baru yang telah ku anggap sahabat...
Sesuai dengan sub judul di atas. Teman
baru yang telah ku anggap sahabat. Mereka ku kenal saat zaman kuliah diploma di
bidang manajemen informatika. Wajah mereka sangat familiar di angkatan ku. Aku
sudah mengenal mereka tetapi belum sejauh ini. Dulu, aku mengenal mereka dari
teman ke teman ku.
Setelah aku lulus diploma tiga, aku
memutuskan untuk melanjutkan studi ke jenjang sarjana. Mungkin memang sudah di
gariskan seperti ini, sudah di gariskan bahwa Allah telah memberikan aku rezeki
seorang teman. Disaat pendaftaran lanjut ke jenjang sarjana telah ditutup,
tetapi aku masih meringis ke salah satu staff di kampus ku untuk menerima
berkas pendaftaran ku. Dan ternyata dengan seizin Allah, aku pun masih bisa
lanjut ke jenjang sarjana.
Aku masih ingat saat pertama
perkuliahan di mulai, waktu itu hari senin tanggal 22 September 2014. Aku
terlambat masuk kelas karna jarak antara kantor dan kampus terlalu jauh. Aku
langsung masuk dan duduk paling depan di antara rita, maya dan ririn. Sedangkan
diky ada di belakangku.
Awal-awal kita saling pemalu.
berbicara seperlu nya, berbicara semau nya. Tapi sekarang kita gak tau malu.
Hahahahaa, terlalu sering kita di lihat dengan pandangan aneh karna kehebohan
kita. Lalu kita mulai untuk membuat grup di whatsapp untuk sekedar mencurahkan
hati, untuk meminta pendapat, menanyakan kabar, janjian untuk tertawa bersama
dan untuk menenangkan hati.
Aku kira ini hanya sementara, tapi
ternyata pikiran ku salah.
Kita semakin dekat, tidak canggung
dan malu-malu lagi untuk bercerita yang lebih mendalam. Aku senang, sekarang
kita tidak ada batasan. Apapun yang terjadi, kalian bercerita. Aku senang
menjadi pendengar cerita kalian. Aku ikhlas.
Sampai di hari kemarin, saat umur ku
di dunia ini berkurang. Kalian berdoa dan mendoakan ku. Terima kasih untuk hal
itu. Aku gak bisa bales apa-apa ke kalian. Aku hanya bisa membalas dengan
mem-bluetooth kebahagiaan ku ke kalian. Semoga kalian menerima dan
merasakannya.
Kalian memberi aku kejutan, sibuk
mencarikan aku kado. Berteriak ‘selamat ulang tahun bunda’ ya, aku dipanggil
bunda oleh mereka. Mungkin karna sifat keibuanku. Hey, kalian harus tau. Tanpa
kalian melakukan itu pun aku akan tetap bahagia dan selalu bersyukur. Karna apa
? karna Allah telah memberikan aku rezeki yang begitu besar. Mungkin rezeki itu
bukan materi. Tapi rezeki itu kalian dan kamu (maaf curcol dikit) haahahaa. Pertemuan
ini semua sudah diatur oleh-Nya. Banyak pembelajaran yang aku ambil dari hasil
pendengaran ku terhadap cerita kalian.
Terima kasih untuk kejutan manis
itu. Terima kasih untuk kado indah itu (semoga aku selalu istiqomah). Aamiin.
Mungkin hasil kata-kata yang aku
tekan melalui keyboard ini tidak cukup mewakilkan rasa rindu ini pada kalian.
Semoga kalian merasakan melalui hati kalian. Walaupun sekarang kita sudah
jarang bertemu karena perkuliahan telah usai dan masing-masing dari kita sibuk
dengan urusan duniawi. Tapi aku mohon jangan jadikan hal itu sebagai alasan
untuk tidak menemuiku.
Tetaplah mengudara kawan ku.
Cita-cita kita ada dilangit dan kita masih didarat. Ayoo semangat untuk
menggapai itu.
Terima kasih untuk pertemuan yang
singkat ini. Tetapi untuk pertemanan kita, tidak ada kata sesingkat ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar