Tampilkan postingan dengan label absurd story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label absurd story. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Juli 2016

Berakhir dengan A



Memandang senduku pada layar kaca.

Dengan tatapan kosong, muka datar tak tahu apa sebabnya.

Merindu seorang yang tlah lama tak ku jumpa.

Sibuk, ku fikir di dalam asa.

Atau bosan kah yang di rasa ?

Tapi rindu sudah sesak di dalam dada.

Hingga tak terasa butiran bening mengalir begitu saja.

Haruskah aku mengemis pada mu, wahai pemilik cinta ?

Aku lelah karna rindu ini selalu menyiksa.

Mata yang selalu ingin bertatap muka.

Dan mulut yang ingin mengucap sebuah kata.

Bukan notification di handphone yang selalu ingin aku buka.

Bukan pula nada dering yang selalu menyapa. 

Tapi kecambuk rindu yang sudah ingin bertemu pemilik raga.

Tidak ingin kah kau menyatukan rindu ini dalam nyata ?

Iya...

Tak mengapa jika kau tak bersedia.

Biarlah sebait do’a selalu ku panjatkan untukmu melalui udara.

Ku pinta agar Tuhan selalu menjaga.

Menjaga dirimu dimana pun kamu berada.




Riska.
Yang lagi bt gak tau mau apa.
^^

Kamis, 30 Juni 2016

Yang Tidak Akan Pernah Tertukar

Gue masih mau menulis cerita-cerita absurd tentang cinta. Gak tau kenapa, karna gue let it flow aja ngikutin kemana jari ini akan menekan 26 huruf-huruf di papan berwarna hitam itu. Karna gue ngerasa gak nyaman sama hari ini dan dimana gue merasakan itu, gue lebih memilih untuk diam, bertemankan sunyi dan cerita-cerita.

*****

Selepas pulang kerja dengan mengarungi jalanan jakarta, aku memikirkan sesuatu yang aku lalui kemarin. Lebih tepatnya kemarin lusa. Saat itu aku tengah menemani teman hidupku itu dengan berbagai keperluannya. Teman hidup ? Hahaha, begitu lah aku menceritakannya. Mungkin lebih dari sekedar teman, dia bisa menjadi sahabat, kakak laki-laki ku, teman bercanda, teman curhatku, my home, my destiny. Anything, apapun itu aku menyebutnya. And i love him. Apa dia juga menganggapku seperti itu ? Seperti aku menganggap dia saat ini.